Lima Cara Menambah Pahala di Bulan Ramadhan

PedomanSulsel.com – Bulan Ramadhan yang merupakan bulan terbaik untuk melakukan segala amal kebaikan.

Tentu selalu diharapkan oleh setiap umat muslim untuk dimaksimalkan dan digunakan untuk melakukan amal kebaikan sebanyak banyaknya dalam rangka mendapat keberkahan dan ridho-Nya.

Tentunya hal tersebut wajib dilakukan dengan niat tulus karena Allah, bukan karena duniawi semata seperti ingin dipuji atau karena hal lain yang berhubungan dengan duniawi.

Dilansir dari Terdapat berbagai anjuran dari Rasulullah agar dapat menjalani ibadah bulan puasa sebaik mungkin. Bagaimana caranya? Yuk simak selengkapnya dalam artikel berikut mengenai cara menambah pahala di bulan Ramadhan, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua agar selalu menjalani ibadah di bulan mulia ini dengan niat hanya karena Allah.

1. Puasa Lahir dan Batin

Puasa ialah ibadah dasar yang dilakukan selama bulan Ramadhan, mungkin setiap orang mampu untuk puasa secara lahir yakni tidak makan dan tidak minum, namun tidak semua orang mampu puasa secara batin, yaitu puasa yang menahan hati dan menahan hawa nafsu dari keburukan bentuk apapun walaupun keburukan itu hanya terlintas di dalam hati yang memang tidak bisa dinilai oleh manusia, hanya mampu dinilai oleh Allah. sebab itu cara menambah pahala di bulan Ramadhan harus berusaha memperbaiki diri dengan puasa secara sungguh sungguh, dari lahir dan batin.

Baca Juga :  Tiga Makanan dan Minuman yang Pas Disantap Saat Berbuka, Nomor 3 Paling Sering Ditemukan!

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman,

“Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Keutamaan ikhlas dalam islam wajib dijalankan agar tercapai puasa secara lahir dan batin.

2. Pahami tentang Lailatul Qadar

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Malam lailatul qadar ialah malam mulia yang di dalamnya terdapat kebaikan lebih dari malam apapun serta memiliki keutamaan di dalamnya.

Baca Juga :  Kurma Jadi Menu Favorit Kapolres Sidrap Saat Berbuka Puasa

Wajib untuk memahami dan melaksanakan segala amalan di malam tersebut agar mendapat pahala lebih banyak lagi dalam menjalankan keseluruhan rangkaian ibadah bulan puasa.

Keutamaan malam Lailatul Qadar dapat dipelajari sejak sebelum Ramadhan tiba agar di bulan Ramadhan dapat menjalankan amalan dengan maksimal.

3. Umrah Bagi yang Mampu

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256). “Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256).

Jelas dari hadist tersebut bahwa umrah di bulan Ramadhan ialah mulia dan senilai dengan haji padahal dilakukan dalam waktu yang jauh lebih singkat. Sebab itu sebaiknya menjalankan umrah di bulan Ramadhan bagi yang mampu.

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an ialah menggunakan harta di jalan Allah, slaah satunya ialah menjalankan umrah di bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Sidak Pasar Bone-bone, Pemda Lutra Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

4. Sedekah

Sedekah juga menjadi cara menambah pahala di bulan Ramadhan karena sedekah memang amalan mulia yang selalu dianjurkan Rasulullah sebagai anda akhlak baik orang tersebut.

“Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 270. hl

Hikmah sedekah dalam islam akan didapatkan terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.

5. Dzikir

Dzikir sepanjang waktu akan selalu mendekatkan diri kepada Allah sebab mengucapkan kalimat memuji Allah dengan penuh kerendahan hati, sehingga pahala selama bulan Ramadhan akan bertambah banyak. pengaruh dzikir terhadap jiwa selain memberikan ketenangan akan memberikan pahala lebih.

“Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhal dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 270).

Editor: Jusrianto
Penulias Ky

Berbagi itu indah