Pupuk Langka, Petani di Bone Menjerit dan Terancam Merugi

Bone, Pedomansulsel.com- Masa tanam telah dilewati. Pemupukan tanaman pertanian petani pun sudah memasuki masanya. Namun, mirisnya keberadaan pupuk justru menjadi langka bagi petani. Akibatnya, petani menjerit dan terancam merugi.

Hal tersebut seperti yang dialami para petani di sejumlah desa di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Marni salah satu petani mengatakan, masa pemupukan tanaman jagung miliknya telah memasuki masanya. Namun, Ia mengaku tak kunjung dapatkan pupuk. Bahkan, hingga saat ini pupuk dirasanya semakin langka.

Baca Juga :  Bayi Usia 11 Hari di Bone Diculik, Ayahnya Diduga Seorang Polisi

“Katanya mau didata berdasarkan luas lahan, dan sudah dikasi masuk data lahan, tapi malah masih saja langka itu pupuk. Petani bisa merugi kalau pupuk terus kurang begini, karena tanaman pertanian jadinya tak tumbuh sebagaimana mestinya jika lambat dipupuk, apalagi tak dipupuk,”Jerit Marni salah satu petani di Desa Tadang Palie, Kecamatan Ulaweng, Bone.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Sapa Warga Hingga di Pelosok

Jeritan kelangkaan pupuk juga diungkapkan warga Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Bone,Yudhi Zheptembert melalui akun media sosialnya.

Yudhi mempertanyakan perihal kelangkaan pupuk yang terjadi di desanya. Ia mengeluhkan sedikitnya pasokan pupuk yang datang di desanya, hanya satu truk dan itupun habis diserbu warga dalam waktu satu jam. Menurutnya, penyaluran pupuk yang dipentingkan hanyalah petani jagung bukan petani padi atau lainnya.

Baca Juga :  Implementasi Perpres 82 Diharap Bisa Optimal

“Padahal waktunya didata tidak ada jagung, semua padi saja yang didata. Kita yang mau pupuk padi tidak ada di dapat,”keluhnya

Para petani berharap pihak terkait segera turun tangan mengurai masalah kelangkaan pupuk yang terjadi di sejumlah desa tersebut.

Laporan Abiy dari Bone

Berbagi itu indah
  • 244
    Shares