Tak Diperiksa Dokter, Bayi di RS Elim Rantepao Meninggal Dunia

Bangunan Rumah Sakit Elim Rantepao yang baru direnovasi. Namun di balik kemegahannya, dinilai tidak semegah dengan pelayanan di dalamnya setelah bayi meninggal karena tak diperiksa dokter. (Foto: Herman/Pedomansulsel.com)

TORUT, Pedomansulsel.com – Bayi berumur satu minggu berasal dari Lembang Pulu-pulu, Kecamatan Buntupepasan, anak kedua dari Desi Ratnasari meninggal di Rumah Sakit Elim, Rantepao, Toraja Utara.

Sejak dalam UGD, tidak pernah mendapat pemeriksaan dokter untuk memastikan penyakit sang bayi. Padahal orang tua dari bayi tersebut mengantar ke RS. Elim Rantepao pada hari Senin 01 Oktober 2018.

“Seandainya dokter cepat menangani anak kami, tidak akan meninggal seperti ini. Bayi ini baru seminggu lahir secara cesar dan sehat, hanya di dalam tenggorokan diduga ada lendir sehingga dia menjadi sesak saat bernapas, sampai bayi itu meninggal hari Selasa, tidak pernah disentuh oleh dokter satu pun,” kesal Risal, paman bayi yang ikut mengantarkan ke Rumah Sakit Elim.

Baca Juga :  Pohon-pohon Bertumbangan di Rantepao Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

Risal sangat mengecewakan pelayanan RS Elim Rantepao yang terkesan pilih kasih terhadap pasien. Ia meminta kepada Yayasan agar melakukan perombakan sistem pelayanan, karena dalam sistem yang ada dalam pelayanan sangat mengecewakan.

Baca Juga :  Diduga Ulah Masyarakat, Kebakaran Hutan Lindung di Toraja Utara Kembali Terjadi

“Rumah Sakit Elim ini kan milik jemaat, kenapa anak kami tidak disentuh oleh dokter sampai dia meninggal?,” tanya dia, Rabu (3/10/2018).

Kristina, Nenek sang bayi, mengatakan bahwa cucunya itu tiba di rumah sakit pada siang hari, dan langsung dimasukan ke UGD oleh perawat, bahkan ke dalam kaca unkibator.

“Tapi karena sesak lagi, makanya kami memanggil perawat, bukannya pelayanan prima yang kami diberikan, tetapi yang kami terima dimarah-marahi dari perawat tersebut,” ungkap Kristina.

Baca Juga :  Hari Bumi, Wabup Torut Ajak Jaga dan Lestarikan Hutan

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Elim, dr. Hendrik yang dihubungi via selulernya, namun ia mengaku belum mendapat laporan terkait bayi yang meninggal karena tidak mendapat pelayanan medis selama di rumah sakit.

“Saya lagi berada di luar. Saya belum mendapatkan laporan dari Rumah Sakit soal itu,” katanya.

Herman

Berbagi itu indah